
PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA
MESIN DISEL BERBAHAN BAKAR OPLOSAN
BIDANG KEGIATAN
(PKMT) PENERAPAN TEKNOLOGI
Diusulkan
Oleh :
MOH.ASRORI (07304014183207079)
Moh.Iqbal
R (07304014183207033)
Dwi
Rangga (07304014183207034)
STKIP PGRI TULUNGAGUNG
TULUNGAGUNG
2015
HALAMAN PENGESAHAN
1. Juduk
kegiatan : Mesin disel Berbahan Bakar
Oplosan
2. Bidang
kegiatan : PKM-T (Penerapan Teknologi)
3. Bidang
ilmu : Teknologi dan Rekayasa
4. Ketua
Pelaksanaan Kegiatan
a. Nama
Lengkap :
MOH.ASRORI
b. NPM : 14183207079
c. Jurusan
:
Pendidikan Teknologi Informasi
d. Alamat Rumah dan No Telp./HP : Dsn bakalan RT 04 RW 01 Ds. Jeli Kec.Karangrejo
Kab.Tulungagung / 085790849453
5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang
6. Dosen
Pendamping
a. Nama
Lengkap dan Gelar : NURNA LISTYA P, MPd
b. NIP :
0710078801
c. Alamat
Rumah dan No Telp./HP : Rt 01 Rw 02
ds/kec Gondang kab Tulungagung, telp. - , hp. 085736221031
7. Biaya
Kegiatan Total :
a.
|
Dikti
|
: Rp. 8.750.000
|
b.
|
Sumber
Lain
|
: Rp. -
|
8. Jangka
Waktu Pelaksanaan : 1
bulan
Tulungagung,
7 Oktober 2015
![]() |
|||
![]() |
|||
A.
JUDUL
MESIN DISEL BERBAHAN BAKAR OPLOSAN
B.
LATAR BELAKANG MASALAH
Pemanfaatan bahan
bakar gas (BBG) untuk mesin bermotor telah dilakukan di beberapa negara,
termasuk Indonesia. Jenis BBG yang biasa digunakan adalah CNG/NGV, LPG dan LGV.
Beberapa penelitian mengenai penggunaan LPG sebagai bahan bakar khususnya
sepeda motor, sudah dilakukan akhir-akhir ini. Berdasarkan hasi-hasil
penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, LPG bisa digunakan sebagai bahan
bakar mesin bermotor. Selain lebih irit, mesin bermotor berbahan bakar LPG juga
menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna, sehingga gas buangnya lebih bersih
dan lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan mesin sepeda motor berbahan
bakar
bensin. Dari sini
kami akan membahas tentang penggunaan Mesin disel berbahan bakar Oplosan.
Maksud dari oplosan disini yaitu bahan bakar yang dicampur (bensin dengan Gas
LPG).
Berdasarkan hasil
pengamatan kami ada beberapa banyak sawah
pada musim kemarau yang tidak mendapat jatah giliran air irigasi. Sering
mengeluhnya petani karena bahan bakar bensin/solar yang boros dan harganya
selalu bertahap mengalami kenaikan
Sumberdaya gas di
indonesia yang terbilang cukup banyak, (tiap tahunya negara dapat mengekspor)
dan dari sisi harga yang terbilang cukup murah. Hal ini mendorong pemanfaatan
Gas sbagai bahan bakar disel agar memperkecil pemakaian minyak bensin/ solar
pada mesin dan para petani dapat lebih rendah pengeluaran dan memperoleh hasil
yang maksimal.
C.PERUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana cara
pemanfaatan bahan bakar gas untuk mesin disel ?
2. Bagaimana
mekanisme dan cara kerja disel berbahan bakar Oplosan (bensin, Gas LPG)
3. Apa kelebihan
dan keuntungan dari penggunaan bahan bakar Oplosan (bensin, Gas )
D.TUJUAN
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengatasi
terjadinya krisis bahan bakar fosil
2.
Mendiskripsikan pemakaian bahan bakar Oplosan (bensin, GAS LPG) kepada masyarakat umum
3. Untuk
memanfaatkan bahan bakar oplosan untuk mesin disel agar lebih efisien dan lebih
hemat
E.
KELUARAN YANG DI HARAPKAN
1. Meningkatkan
karya kreatifitas inovatif mahasiswa dalam rangka bereksperimen dan menemukan
hasil karya yang bermanfaat dan tepat guna.
2. Masyarakat
dapat memanfaatkan dari karya mesin disel berbahan bakar oplosan ini
3. Menciptakan
sumber energi baru dari bahan bakar oplosan (bensin, GAS LPG)
F.
KEGUNAAN
Kegunaan dari
penerapan teknologi ini :
1. Meningkatkan
inovatif mahasiswa dalam menemukan hasil karya yang dapat dimanfaatkan dalam
bidang teknologi
2. Untuk
meningkatkan kreatifitas dan penalaran pada pengembangan ilmu teknologi.
3. Mengefisiensi
pemakaian bahan bakar.
G.
TINJAUAN PUSTAKA
LPG (liquified petroleum gas) adalah
campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan
menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya
didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). LPG juga mengandung hidrokarbon
ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12).
Dalam kondisi atmosfer, LPG akan berbentuk
gas. Volume LPG dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas
untuk berat yang sama. Karena itu LPG dipasarkan dalam bentuk cair dalam
tabung-tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal
expansion) dari cairan yang dikandungnya, tabung LPG tidak diisi secara
penuh, hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila
menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan
dan temperatur, tetapi biasanya sekitar 250:1.
Tekanan
di mana LPG berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi
tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar
220 kPa (2.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair, dan
sekitar 2.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55 °C (131 °F).
Menurut
spesifikasinya, LPG dibagi menjadi tiga jenis yaitu LPG campuran, LPG propana
dan LPG butana. LPG yang dipasarkan Pertamina adalah LPG campuran.
Teori
Pembakaran
Pembakaran adalah reaksi kimia, yaitu
elemen tertentu dari bahan bakar setelah dinyalakan dan digabung dengan oksigen
akan menimbulkan panas sehingga menaikkan suhu dan tekanan gas. Elemen mampu
bakar (combustable) yang utama adalah karbon (C) dan hidrogen (H),
elemen mampu bakar yang lain namun umumnya hanya sedikit terkandung dalam bahan
bakar adalah sulfur (S). Oksigen yang diperlukan untuk pembakaran diperoleh
dari udara yang merupakan campuran dari oksigen dan nitrogen.
Nitrogen adalah gas lembam dan tidak
berpartisipasi dalam pembakaran. Selama proses pembakaran, butiran minyak bahan
bakar dipisahkan menjadi elemen komponennya yaitu hidrogen dan karbon dan
masing-masing bergabung dengan oksigen dari udara secara terpisah. Hidrogen
bergabung dengan oksigen untuk membentuk air dan karbon bergabung dengan
oksigen menjadi karbon dioksida. Jika oksigen yang tersedia tidak cukup, maka
sebagian dari karbon akan bergabung dengan oksigen dalam bentuk karbon
monoksida. Pembentukan karbon monoksida hanya menghasilkan 30 % panas
dibandingkan panas yang timbul oleh pembentukan karbon dioksida.
Nilai
Kalor Bahan Bakar
Reaksi kimia antara bahan bakar
dengan oksigen dari udara menghasilkan panas.Besarnya panas yang ditimbulkan
jika satu satuan bahan bakar dibakar sempurna disebut nilai kalor bahan bakar (Calorific
Value, CV). Bedasarkan asumsi ikut tidaknya panas laten pengembunan
uap air dihitung sebagai bagian dari nilai kalor suatu bahan bakar, maka nilai
kalor bahan bakar dapat dibedakan menjadi nilai kalor atas dan nili kalor
bawah.
Nilai kalor atas (High Heating
Value,HHV), merupakan nilai kalor yang diperoleh secara eksperimen dengan
menggunakan kalorimeter dimana hasil pembakaran bahan bakar didinginkan sampai
suhu kamar sehingga sebagian besar uap air yang terbentuk dari pembakaran
hidrogen mengembun dan melepaskan panas latennya. Secara teoritis, besarnya
nilai kalor atas (HHV) dapat dihitung bila diketahui komposisi bahan bakarnya
dengan menggunakan persamaan
Dulong :
+ 9400 S
|
[Lit.1]
|
|
HHV = 33950 + 144200 (H2- 2)
|
||
8
|
||
Dimana:
HHV = Nilai kalor atas (kJ/kg)
C = Persentase karbon dalam bahan
bakar
H2 = Persentase hidrogen dalam
bahan bakar
O2 = Persentase oksigen dalam bahan
bakar
S = Persentase sulfur dalam bahan
bakar
Nilai kalor bawah (low Heating
Value, LHV), merupakan nilai kalor bahan bakar tanpa panas laten
yang berasal dari pengembunan uap air. Umumnya kandungan hidrogen dalam bahan
bakar cair berkisar 15 % yang berarti setiap satu satuan bahan bakar, 0,15
bagian merupakan hidrogen. Pada proses pembakaran sempurna, air yang dihasilkan
dari pembakaran bahan bakar adalah setengah dari jumlah mol hidrogennya.
Selain berasal dari pembakaran
hidrogen, uap air yang terbentuk pada proses pembakaran dapat pula berasal dari
kandungan air yang memang sudah ada didalam bahan bakar (moisture).
Panas laten pengkondensasian uap air pada tekanan parsial 20 kN/m2
(tekanan yang umum timbul pada gas buang) adalah sebesar 2400 kJ/kg, sehingga
besarnya nilai kalor bawah (LHV) dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut :
LHV = HHV – 2400 (M + 9 H2) [Lit.1]
Dimana: LHV = Nilai Kalor Bawah (kJ/kg)
M = Persentase kandungan air dalam
bahan bakar (moisture)
Dalam perhitungan efisiensi panas
dari mesin bakar, dapat menggunakan nilai kalor bawah (LHV) dengan asumsi pada
suhu tinggi saat gas buang meninggalkan mesin tidak terjadi pengembunan uap
air.Namun dapat juga menggunakan nilai kalor atas (HHV) karena nilai tersebut
umumnya lebih cepat tersedia.Peraturan pengujian berdasarkan ASME (American
of Mechanical Enggineers) menentukan penggunaan nilai kalor atas
(HHV), sedangkan peraturan SAE (Society of Automotive Engineers)
menentukan penggunaan nilai kalor bawah (LHV).
Emisi
Gas Buang
Emisi
dibedakan menjadi partikulat atau gas. Partikulat dibagi menjadi padatan dan
cairan seperti : debu, asap, abu, kabut dan spray, partikulat dapat bertahan di
atmosfer. Sedangkan emisi berupa gas tidak bertahan di atmosfer dan bercampur
dengan udara bebas.
H. METODE PELAKSANAAN
Penelitian
di lakukan dengan melakukan beberapa praktik pengujian diantaranya :
1. Menguji
penggunaan mesin dengan bahan bakar oplosan (bensin, Gas)
2.
Menyuntikan aliran Gas ke dalam area pembakaran (KARBURATOR mesin Disel
3.
Menyetel suplay gas ke dalam pembakaran
4.
Melakukan praktik penggunaan mesin disel berbahan bakar oplosan (bensin, Gas
LPG)
I. JADWAL KEGIATAN
NO
|
KEGIATAN
|
BULAN/
MINGGU
|
A
|
PERSIAPAN
|
|
1
|
Penetapan
rencana kerja
|
1/1
|
2
|
Persiapan
bahan
|
1/1
|
3
|
Persiapan
alat yang di gunakan
|
1/1
|
NO
|
KEGIATAN
|
BULAN/MINGGU
|
B
|
PELAKSANAAN
|
|
1
|
Merancang
cara pemakaian mesin pompa disel oplosan
|
1/2
|
2
|
Penyetelan
mesin dengan bahan bakar oplosan
|
1/3
|
3
|
Pengujian
mesin
|
1/4
|
NO
|
KEGIATAN
|
BULAN/MINGGU
|
C
|
PENYUSUNAN
LAPORAN
|
|
1
|
Analisis
data
|
1/4
|
2
|
Menyusun
draft laporan
|
1/4
|
3
|
Pengiriman
laporan
|
1/4
|
J. RANCANGAN BIAYA
1.
Rekapitulasi biaya
NO
|
NAMA
PENGELUARAN
|
Biaya
total Keseluruhan
|
1
|
Anggaran
alat & Bahan
|
Rp.
5.550.000,00
|
2
|
Anggaran
perjalanan
|
Rp.
1.200.000,00
|
3
|
Anggaran
lain-lain
|
Rp.
2.000.000,00
|
Jumlah
|
Rp.
8.750.000,00
|
2.Anggaran
Alat/Bahan
NO
|
Nama Alat
|
Fungsi Alat
|
Harga Keseluruhan
|
1
|
Mesin
Disel
|
Sbagai
mesin utama/pokok yang akan di modifikasi
|
Rp.
5.000.000,00
|
2
|
Pengatur
Aliran Gas
|
Sbagai
pengatur masuknya aliran gas ke arah pembakaran mesin disel
|
Rp.
100.000,00
|
3
|
Regulator
& slang gas
|
Sbagai
Pengatur keluarnya gas dari Tabung LPG menuju ke saluran pembakaran
|
Rp.300.000,00
|
4
|
Gas LPG
3 Kg & Bensin
|
Wadah
gas dari bahan bakar mesin disel
|
Rp.
150.000,00
|
3.
Anggaran perjalanan
NO
|
Tujuan
|
Keperluan
|
Biaya
(Rp.)
|
1.
|
Pelaksanaan
penelitian
|
Transportasi
tulungagung - Trenggalek
|
Rp.
700.000,00
|
2
|
Tulungagung
kota
|
Berbelanja
bahan penelitian
|
Rp.500.000,00
|
4.
Anggaran lain lain
NO
|
Jenis Pengeluaran
|
Biaya tottal/Keseluruhann (Rp.)
|
1
|
Analisa
Data
|
Rp.
400.000,00
|
2
|
Penyusunan
Laporan
|
Rp.
600.000,00
|
3
|
Biaya
tak terduga
|
Rp.
500.000,00
|
4
|
Biaya
proses pemasangan alat
|
Rp.
500.000,00
|
5
|
Keperluan
konsumsi makanan
|
Rp.
500.000,00
|
K. DAFTAR PUSTAKA
https://antoctrry.wordpress.com/2013/03/13/contoh2-judul-pkm-contoh-proposal-pkm/?_e_ti_=7%2CPAGE_ID10%2C9226857792
L. LAMPIRAN
I.
NAMA DAN BIODATA TIM
1. Ketua
pelaksanaan program :
Nama
Lengkap : MOH.ASRORI
Tempat
dan Tanggal Lahir :Tulungagung, 1
November 1995
NPM/
Tahun Angkatan : 14183207079/ 2014
Program
Studi :
PendidikanTeknologi Informasi, S1
Fakultas : -
Perguruan
Tinggi : STKIP PGRI
Tulungagung
Waktu
untuk kegiatan PKMT : 8 jam/hari
Tulungagung,
7 Oktober 2015
MOH.ASRORI
Nama
Lengkap : MOH.ASRORI
Tempat
dan Tanggal Lahir :Tulungagung, 1
November 1995
NPM/
Tahun Angkatan : 14183207079/ 2014
Program
Studi :
PendidikanTeknologi Informasi, S1
Fakultas : -
Perguruan
Tinggi : STKIP PGRI
Tulungagung
Waktu
untuk kegiatan PKMT : 8 jam/hari
Tulungagung,
7 Oktober 2015
MOH.ASRORI
2. Anggota Pelaksana program 1
Nama
Lengkap : DWI RANGGA
RIHANDANA
Tempat
dan Tanggal Lahir :Trenggalek,28 desember
1995
NPM/
Tahun Angkatan : 14183207034/ 2014
Program
Studi :
PendidikanTeknologi Informasi, S1
Fakultas : -
Perguruan
Tinggi : STKIP PGRI
Tulungagung
Waktu
untuk kegiatan PKMT : 8 jam/hari
Tulungagung,
7 Oktober 2015
Moh.Iqbal R
3. Anggota pelaksanaan program 2
Nama
Lengkap :
M.IQBAL.RIZKI
Tempat
dan Tanggal Lahir :Trenggalek, 11 Oktober
1995
NPM/
Tahun Angkatan : 14183207033/ 2014
Program
Studi :
PendidikanTeknologi Informasi, S1
Fakultas : -
Perguruan
Tinggi : STKIP PGRI
Tulungagung
Waktu
untuk kegiatan PKMT : 8 jam/hari
Tulungagung,
7 Oktober 2015
Dwi
Rangga


Tidak ada komentar:
Posting Komentar