Home

Kamis, 04 Februari 2016

PKM-T (Mesin Disel Berbahan bakar Oplosan) STKIP PGRI TULUNGAGUNG


PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

MESIN DISEL BERBAHAN BAKAR OPLOSAN

BIDANG KEGIATAN
(PKMT) PENERAPAN TEKNOLOGI

Diusulkan Oleh :
MOH.ASRORI    (07304014183207079)
Moh.Iqbal R      (07304014183207033)
Dwi Rangga         (07304014183207034)


STKIP PGRI TULUNGAGUNG
TULUNGAGUNG
2015






HALAMAN PENGESAHAN

1.      Juduk kegiatan    : Mesin disel Berbahan Bakar Oplosan
2.      Bidang kegiatan  : PKM-T (Penerapan Teknologi)
3.      Bidang ilmu        : Teknologi dan Rekayasa
4.      Ketua Pelaksanaan Kegiatan
a.       Nama Lengkap                              : MOH.ASRORI
b.      NPM                                             : 14183207079
c.       Jurusan                                          : Pendidikan Teknologi Informasi
d.      Alamat Rumah dan No Telp./HP      : Dsn bakalan RT 04 RW 01 Ds. Jeli Kec.Karangrejo Kab.Tulungagung / 085790849453
e.       Alamat email                                 : mohasrori669@gmail.com
5.      Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis       : 3 orang
6.      Dosen Pendamping
a.       Nama Lengkap dan Gelar             :  NURNA LISTYA P, MPd
b.      NIP                                               : 0710078801
c.       Alamat Rumah dan No Telp./HP  : Rt 01 Rw 02 ds/kec Gondang kab Tulungagung, telp. - , hp. 085736221031

7.      Biaya Kegiatan Total :
a.
Dikti
: Rp. 8.750.000
b.
Sumber Lain
: Rp. -
8.      Jangka Waktu Pelaksanaan                 : 1 bulan

                                                                        Tulungagung, 7 Oktober 2015           

 




A. JUDUL
     MESIN DISEL BERBAHAN BAKAR OPLOSAN
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Pemanfaatan bahan bakar gas (BBG) untuk mesin bermotor telah dilakukan di beberapa negara, termasuk Indonesia. Jenis BBG yang biasa digunakan adalah CNG/NGV, LPG dan LGV. Beberapa penelitian mengenai penggunaan LPG sebagai bahan bakar khususnya sepeda motor, sudah dilakukan akhir-akhir ini. Berdasarkan hasi-hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, LPG bisa digunakan sebagai bahan bakar mesin bermotor. Selain lebih irit, mesin bermotor berbahan bakar LPG juga menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna, sehingga gas buangnya lebih bersih dan lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan mesin sepeda motor berbahan bakar
bensin. Dari sini kami akan membahas tentang penggunaan Mesin disel berbahan bakar Oplosan. Maksud dari oplosan disini yaitu bahan bakar yang dicampur (bensin dengan Gas LPG).
Berdasarkan hasil pengamatan kami ada beberapa banyak sawah  pada musim kemarau yang tidak mendapat jatah giliran air irigasi. Sering mengeluhnya petani karena bahan bakar bensin/solar yang boros dan harganya selalu bertahap mengalami kenaikan
Sumberdaya gas di indonesia yang terbilang cukup banyak, (tiap tahunya negara dapat mengekspor) dan dari sisi harga yang terbilang cukup murah. Hal ini mendorong pemanfaatan Gas sbagai bahan bakar disel agar memperkecil pemakaian minyak bensin/ solar pada mesin dan para petani dapat lebih rendah pengeluaran dan memperoleh hasil yang maksimal.

C.PERUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana cara pemanfaatan bahan bakar gas untuk mesin disel ?
2. Bagaimana mekanisme dan cara kerja disel berbahan bakar Oplosan (bensin, Gas LPG)
3. Apa kelebihan dan keuntungan dari penggunaan bahan bakar Oplosan (bensin, Gas )

D.TUJUAN

 Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Mengatasi terjadinya krisis bahan bakar fosil
2. Mendiskripsikan pemakaian bahan bakar Oplosan (bensin, GAS LPG) kepada      masyarakat umum
3. Untuk memanfaatkan bahan bakar oplosan untuk mesin disel agar lebih efisien dan lebih hemat

E. KELUARAN YANG DI HARAPKAN

1. Meningkatkan karya kreatifitas inovatif mahasiswa dalam rangka bereksperimen dan menemukan hasil karya yang bermanfaat dan tepat guna.
2. Masyarakat dapat memanfaatkan dari karya mesin disel berbahan bakar oplosan ini
3. Menciptakan sumber energi baru dari bahan bakar oplosan (bensin, GAS LPG)


F. KEGUNAAN

Kegunaan dari penerapan teknologi ini :

1. Meningkatkan inovatif mahasiswa dalam menemukan hasil karya yang dapat dimanfaatkan dalam bidang teknologi
2. Untuk meningkatkan kreatifitas dan penalaran pada pengembangan ilmu teknologi.
3. Mengefisiensi pemakaian bahan bakar.

G. TINJAUAN PUSTAKA


 LPG (liquified petroleum gas) adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). LPG juga mengandung hidrokarbon ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12).

 Dalam kondisi atmosfer, LPG akan berbentuk gas. Volume LPG dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu LPG dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya, tabung LPG tidak diisi secara penuh, hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, tetapi biasanya sekitar 250:1.

 Tekanan di mana LPG berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair, dan sekitar 2.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55 °C (131 °F).
Menurut spesifikasinya, LPG dibagi menjadi tiga jenis yaitu LPG campuran, LPG propana dan LPG butana. LPG yang dipasarkan Pertamina adalah LPG campuran.


Teori Pembakaran

Pembakaran adalah reaksi kimia, yaitu elemen tertentu dari bahan bakar setelah dinyalakan dan digabung dengan oksigen akan menimbulkan panas sehingga menaikkan suhu dan tekanan gas. Elemen mampu bakar (combustable) yang utama adalah karbon (C) dan hidrogen (H), elemen mampu bakar yang lain namun umumnya hanya sedikit terkandung dalam bahan bakar adalah sulfur (S). Oksigen yang diperlukan untuk pembakaran diperoleh dari udara yang merupakan campuran dari oksigen dan nitrogen.

Nitrogen adalah gas lembam dan tidak berpartisipasi dalam pembakaran. Selama proses pembakaran, butiran minyak bahan bakar dipisahkan menjadi elemen komponennya yaitu hidrogen dan karbon dan masing-masing bergabung dengan oksigen dari udara secara terpisah. Hidrogen bergabung dengan oksigen untuk membentuk air dan karbon bergabung dengan oksigen menjadi karbon dioksida. Jika oksigen yang tersedia tidak cukup, maka sebagian dari karbon akan bergabung dengan oksigen dalam bentuk karbon monoksida. Pembentukan karbon monoksida hanya menghasilkan 30 % panas dibandingkan panas yang timbul oleh pembentukan karbon dioksida.


Nilai Kalor Bahan Bakar

Reaksi kimia antara bahan bakar dengan oksigen dari udara menghasilkan panas.Besarnya panas yang ditimbulkan jika satu satuan bahan bakar dibakar sempurna disebut nilai kalor bahan bakar (Calorific Value, CV). Bedasarkan asumsi ikut tidaknya panas laten pengembunan uap air dihitung sebagai bagian dari nilai kalor suatu bahan bakar, maka nilai kalor bahan bakar dapat dibedakan menjadi nilai kalor atas dan nili kalor bawah.

Nilai kalor atas (High Heating Value,HHV), merupakan nilai kalor yang diperoleh secara eksperimen dengan menggunakan kalorimeter dimana hasil pembakaran bahan bakar didinginkan sampai suhu kamar sehingga sebagian besar uap air yang terbentuk dari pembakaran hidrogen mengembun dan melepaskan panas latennya. Secara teoritis, besarnya nilai kalor atas (HHV) dapat dihitung bila diketahui komposisi bahan bakarnya dengan menggunakan persamaan
Dulong :


+ 9400 S
[Lit.1]
HHV = 33950 + 144200 (H2- 2)

8


Dimana: HHV = Nilai kalor atas (kJ/kg)

C = Persentase karbon dalam bahan bakar

H2 = Persentase hidrogen dalam bahan bakar

O2 = Persentase oksigen dalam bahan bakar

S = Persentase sulfur dalam bahan bakar


Nilai kalor bawah (low Heating Value, LHV), merupakan nilai kalor bahan bakar tanpa panas laten yang berasal dari pengembunan uap air. Umumnya kandungan hidrogen dalam bahan bakar cair berkisar 15 % yang berarti setiap satu satuan bahan bakar, 0,15 bagian merupakan hidrogen. Pada proses pembakaran sempurna, air yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar adalah setengah dari jumlah mol hidrogennya.

Selain berasal dari pembakaran hidrogen, uap air yang terbentuk pada proses pembakaran dapat pula berasal dari kandungan air yang memang sudah ada didalam bahan bakar (moisture). Panas laten pengkondensasian uap air pada tekanan parsial 20 kN/m2 (tekanan yang umum timbul pada gas buang) adalah sebesar 2400 kJ/kg, sehingga besarnya nilai kalor bawah (LHV) dapat dihitung berdasarkan persamaan berikut :

LHV = HHV – 2400 (M + 9 H2) [Lit.1] Dimana: LHV = Nilai Kalor Bawah (kJ/kg)

M = Persentase kandungan air dalam bahan bakar (moisture)


Dalam perhitungan efisiensi panas dari mesin bakar, dapat menggunakan nilai kalor bawah (LHV) dengan asumsi pada suhu tinggi saat gas buang meninggalkan mesin tidak terjadi pengembunan uap air.Namun dapat juga menggunakan nilai kalor atas (HHV) karena nilai tersebut umumnya lebih cepat tersedia.Peraturan pengujian berdasarkan ASME (American of Mechanical Enggineers) menentukan penggunaan nilai kalor atas (HHV), sedangkan peraturan SAE (Society of Automotive Engineers) menentukan penggunaan nilai kalor bawah (LHV).


Emisi Gas Buang

Emisi dibedakan menjadi partikulat atau gas. Partikulat dibagi menjadi padatan dan cairan seperti : debu, asap, abu, kabut dan spray, partikulat dapat bertahan di atmosfer. Sedangkan emisi berupa gas tidak bertahan di atmosfer dan bercampur dengan udara bebas.

H. METODE PELAKSANAAN

Penelitian di lakukan dengan melakukan beberapa praktik pengujian diantaranya :

1. Menguji penggunaan mesin dengan bahan bakar oplosan (bensin, Gas)
2. Menyuntikan aliran Gas ke dalam area pembakaran (KARBURATOR mesin Disel
3. Menyetel suplay gas ke dalam pembakaran
4. Melakukan praktik penggunaan mesin disel berbahan bakar oplosan (bensin, Gas LPG)


I. JADWAL KEGIATAN

NO
KEGIATAN
BULAN/ MINGGU
A
PERSIAPAN

1
Penetapan rencana kerja
1/1
2
Persiapan bahan
1/1
3
Persiapan alat yang di gunakan
1/1




NO
KEGIATAN
BULAN/MINGGU
B
PELAKSANAAN

1
Merancang cara pemakaian mesin pompa disel oplosan
1/2
2
Penyetelan mesin dengan bahan bakar oplosan
1/3
3
Pengujian mesin
1/4



NO
KEGIATAN
BULAN/MINGGU
C
PENYUSUNAN LAPORAN

1
Analisis data
1/4
2
Menyusun draft laporan
1/4
3
Pengiriman laporan
1/4

J. RANCANGAN BIAYA

1. Rekapitulasi biaya
NO
NAMA PENGELUARAN
Biaya total Keseluruhan
1
Anggaran alat & Bahan
Rp. 5.550.000,00
2
Anggaran perjalanan
Rp. 1.200.000,00
3
Anggaran lain-lain
Rp. 2.000.000,00

Jumlah
Rp. 8.750.000,00

2.Anggaran Alat/Bahan
NO
Nama Alat
Fungsi Alat
Harga Keseluruhan
1
Mesin Disel
Sbagai mesin utama/pokok yang akan di modifikasi
Rp. 5.000.000,00
2
Pengatur Aliran Gas
Sbagai pengatur masuknya aliran gas ke arah pembakaran mesin disel
Rp. 100.000,00
3
Regulator & slang gas
Sbagai Pengatur keluarnya gas dari Tabung LPG menuju ke saluran pembakaran
Rp.300.000,00
4
Gas LPG 3 Kg & Bensin
Wadah gas dari bahan bakar mesin disel
Rp. 150.000,00





3. Anggaran perjalanan
NO
Tujuan
Keperluan
Biaya (Rp.)
1.
Pelaksanaan penelitian
Transportasi tulungagung - Trenggalek
Rp. 700.000,00
2
Tulungagung kota
Berbelanja bahan penelitian
Rp.500.000,00


4. Anggaran lain lain
NO
Jenis Pengeluaran
Biaya tottal/Keseluruhann (Rp.)
1
Analisa Data
Rp. 400.000,00
2
Penyusunan Laporan
Rp. 600.000,00
3
Biaya tak terduga
Rp. 500.000,00
4
Biaya proses pemasangan alat
Rp. 500.000,00
5
Keperluan konsumsi makanan
Rp. 500.000,00


K. DAFTAR PUSTAKA



https://antoctrry.wordpress.com/2013/03/13/contoh2-judul-pkm-contoh-proposal-pkm/?_e_ti_=7%2CPAGE_ID10%2C9226857792


L. LAMPIRAN

            I. NAMA DAN BIODATA TIM
            1. Ketua pelaksanaan program :


Nama Lengkap                     : MOH.ASRORI
Tempat dan Tanggal Lahir  :Tulungagung, 1 November 1995
NPM/ Tahun Angkatan       : 14183207079/ 2014
Program Studi                      : PendidikanTeknologi Informasi, S1
Fakultas                                : -
Perguruan Tinggi                 : STKIP PGRI Tulungagung
Waktu untuk kegiatan PKMT   : 8 jam/hari
                                                                                     Tulungagung, 7 Oktober 2015


                                                                                                MOH.ASRORI


Nama Lengkap                     : MOH.ASRORI
Tempat dan Tanggal Lahir  :Tulungagung, 1 November 1995
NPM/ Tahun Angkatan       : 14183207079/ 2014
Program Studi                      : PendidikanTeknologi Informasi, S1
Fakultas                                : -
Perguruan Tinggi                 : STKIP PGRI Tulungagung
Waktu untuk kegiatan PKMT   : 8 jam/hari
                                                                                     Tulungagung, 7 Oktober 2015


                                                                                                MOH.ASRORI


            2. Anggota Pelaksana program 1
           

Nama Lengkap                     : DWI RANGGA RIHANDANA
Tempat dan Tanggal Lahir  :Trenggalek,28 desember 1995
NPM/ Tahun Angkatan       : 14183207034/ 2014
Program Studi                      : PendidikanTeknologi Informasi, S1
Fakultas                                : -
Perguruan Tinggi                 : STKIP PGRI Tulungagung

Waktu untuk kegiatan PKMT   : 8 jam/hari
                                                                                                Tulungagung, 7 Oktober 2015


                                                                                                          Moh.Iqbal R
            3. Anggota pelaksanaan program 2


Nama Lengkap                     : M.IQBAL.RIZKI
Tempat dan Tanggal Lahir  :Trenggalek, 11 Oktober 1995
NPM/ Tahun Angkatan       : 14183207033/ 2014
Program Studi                      : PendidikanTeknologi Informasi, S1
Fakultas                                : -
Perguruan Tinggi                 : STKIP PGRI Tulungagung
Waktu untuk kegiatan PKMT   : 8 jam/hari
                                                                                     Tulungagung, 7 Oktober 2015


                                                                                                 Dwi Rangga



PKM-T (Mesin Disel Berbahan bakar Oplosan) STKIP PGRI TULUNGAGUNG

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA MESIN DISEL BERBAHAN BAKAR OPLOSAN BIDANG KEGIATAN (PKMT) PENERAPAN TEKNOLOGI Diusulkan Ole...